Mendefinisikan Gaya Hidup Sehat
Dewasa ini secara global gaya hidup sehat digambarkan sebagai cara hidup yang menurunkan risiko penyakit dan kematian. Kesehatan dianggap hanya sebagai alat untuk menambah hitungan tahun hidup, dan gaya hidup sehat modern ini membantu dalam mencapai serta mencapai "tubuh-gaya-selebriti impian". Itulah alasan mengapa banyak perusahaan yang menjual suplemen kesehatan, keanggotaan gym, dan produk-produk berpromosi "kesehatan yang baik" lainnya dan mendulang untung miliaran hanya dengan menawarkan impian gaya hidup sehat ini.
Dalam Islam, pertama dan terutama, kesehatan adalah nikmat dari Allah ﷻ, yang Nabi ﷺ katakan sebagai salah satu dari dua nikmat yang sering hilang dari manusia. Nabi ﷺ telah memberi tahu kita untuk menjaga diri sebelum kita terserang penyakit. Kesehatan ini harus digunakan sebagai media untuk beribadah kepada Allah ﷻ dan sekaligus berterima kasih kepada-Nya atas nikmat ini.
Dalam hal mempromosikan gaya hidup sehat, Nabi ﷺ bersabda,
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah ﷻ daripada mukmin yang lemah.”[Muslim 2664]
Meskipun hadits ini telah mengartikan kekuatan sebagai keyakinan dan karakter, namun juga dapat dipahami dalam hal kesehatan dan kebugaran jasmani. Jadi, jika seorang Muslim memiliki gaya hidup sehat, itu memberinya kekuatan dan kekebalan dari penyakit agar dapat melakukan Ibadah dengan sebaik mungkin, dan gaya hidup sebaik dan sesehat seperti yang ditentukan oleh Allah ﷻ dan Nabi tercinta ﷺ.
Komponen Gaya Hidup Sehat
Menurut Harvard Medical School, ada lima komponen utama gaya hidup sehat yakni; diet, aktivitas fisik, berat badan rata-rata, tidak merokok, dan konsumsi alkohol sedang. Mari kita berikan perspektif Islam terhadap kelima kriteria ini.
Diet Sehat dan Berat Badan
Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi adalah bagian utama dari memperoleh kesehatan yang baik. Allah ﷻ telah menganugerahkan kepada kita nikmat yang besar ini yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an,
“Wahai manusia! Makanlah yang halal dan baik di bumi…” [Qur'an 2: 168]
“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari yang halal yang telah Kami berikan kepadamu…” [Qur'an 2: 172]
Di dunia sekarang ini, pola makan seimbang, dengan berbagai jenis makanan dalam proporsi yang memadai yang diperlukan untuk kesehatan yang baik, adalah segalanya. Demikian pula Nabi kita ﷺ selalu menikmati makanan bergizi, terutama buah-buahan; dia biasa menggabungkan dua buah untuk keuntungan kolektif, seperti semangka dan kurma. Namun pendekatan Nabi kita tercinta ﷺ terkait masalah ini berbeda,
“Manusia mengisi bejana yang tidak lebih buruk dari perutnya. Cukup bagi manusia untuk makan beberapa suap untuk menjaga tulang punggungnya tetap lurus. Tetapi jika dia harus (mengisinya); kemudian sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara.”[Sunan Ibnu Majah, vol 4, buku 29, Hadits 3349, Dinilai Sahih oleh Darussalam]
Ini diinformasikan sekitar 1400 tahun yang lalu, namun ternyata sangat efektif hari ini, terlepas dari semua bagan diet modern.
Meskipun tidak ada konsep berat badan atau BMI (Body Mass Index) selama era Nabi ﷺ, beliau dan para sahabat secara alami fit dan aktif karena mata pencaharian mereka, yang sederhana dan cukup energik untuk melakukan Ibadah. Sabda Nabi ﷺ tentang menganggap perut sebagai bejana yang paling buruk untuk diisi dapat mengalahkan perhitungan massa tubuh apa pun!
Latihan
Meskipun shalat lima waktu kita seperti rutinitas olahraga, Nabi ﷺ selalu mendorong para pengikutnya untuk bersemangat dan aktif. Dia menganjurkan aktivitas untuk tubuh yang sehat; misalnya, dalam satu riwayat, beliau bersabda,
“Perbuatan apa pun tanpa mengingat Allah ﷻ adalah pengalihan atau kelalaian kecuali empat tindakan: berjalan dari sasaran ke sasaran (selama latihan memanah), melatih kuda, bermain dengan keluarga, dan belajar berenang.” [At-Tabarani]
Meskipun Nabi kita ﷺ tidak hidup di zaman gym dan pusat kebugaran, gaya hidupnya mencakup aktivitas latihan ketahanan dan kekuatan seperti hiking, gulat, atau jalan kaki, sebagaimana dibuktikan oleh catatan hadits di mana beliau ﷺ dan para sahabatnya melakukan banyak aktifitas berjalan seperti jalan kaki saat keluar untuk aktivitas sehari-hari ke masjid atau ke pasar tempat berdagang.
Di zaman moderm ini, olahraga berpasangan adalah hal baru yang cukup efisien untuk mencapai tujuan kebugaran. Tapi berabad-abad yang lalu, Nabi kita ﷺ adalah contoh paling nyata untuk itu, karena beliau biasa balapan dengan istrinya Aisha رضي الله عنها. Teladan Nabi ﷺ seperti itu seyogyanya menjadi motivasi bagi setiap orang aktif yang mengagumi para ahli kebugaran.
Merokok dan Minum
Dalam hal merokok, penelitian oleh Harvard mengatakan bahwa kebijakan larangan merokok yang lengkap dapat menghasilkan gaya hidup yang sehat. Meskipun tidak ada pernyataan langsung yang melarang merokok dalam Al-Qur'an dan Sunnah, namun berbahaya bagi tubuh seseorang, dan Allah ﷻ berfirman,
“Janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri.” [Qur'an 2:195]
WHO telah mengklasifikasikan tembakau dan merokok sebagai 'zat yang melemahkanakibat kecanduan', dengan demikian secara kuat menunjukkan bahwa merokok pada akhirnya mengarah pada kehancuran seseorang.
Penelitian Harvard membolehkan asupan alkohol dalam jumlah sedang, tetapi Allah ﷻ melarangnya hanya untuk kebaikan kita sendiri, seperti firman-Nya,
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar [semua jenis minuman beralkohol], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” [Qur'an 5:90-91]
Banyak ahli medis telah menegaskan kerusakan yang disebabkan oleh alkohol terhadap tubuh seseorang, dan ini membuktikan bahwa larangan Allah ﷻ tsb sesungguhnya adalah untuk kemaslahatan seluruh umat manusia.
Kesimpulan
“Islam adalah pedoman hidup.” Pernyataan ini diulang-ulang dalam setiap buku dan ceramah, namun kita umat Islam gagal menerapkannya dalam kehidupan kita. Teladan terbesar kita seharusnya adalah Nabi kita ﷺ dan para sahabatnya, yang memiliki gaya hidup paling sehat sepanjang masa, jauh lebih baik daripada gaya hidup modern yang cacat. Mereka bugar, aktif, dan selalu siap untuk melakukan ibadah apa pun, namun kita merasa tidak mungkin dapat bangun sekalipun itu untuk untuk shalat Subuh!
Mereka tidak pernah melupakan tujuan hidup, yang menambah berkah bagi gaya hidup mereka. Ini harus menjadi tujuan dan motivasi kita untuk melakukan Ibadah sebanyak mungkin dan beribadah dengan kemampuan terbaik kita, dan sesungguhnya ini dapat akan menjadi gaya hidup terbaik yang dapat dicapai oleh siapa saja.
[Musmirah | Islam Ways]
0 Komentar