
Dinikahi seorang pria yang ditinggal mati oleh pasangannya tentu tidak akan sama situasinya dengan dinikahi seorang lelaki yang baru saja bercerai dari isterinya. Pada saat memasuki rumah tangga baru kamu akan menghadapi suasana berkabung, bayang-bayang cinta almarhumah dalam diri sang suami, dan anak-anak tirimu yang bisa saja masih mengidolakan alamarhumah ibunya.
Problem lain yang muncul, antara lain, barang-barang peninggalan almarhumah. Ya, kamu tidak sekedar menikah dengan sang duda, melainkan juga menikahi barang-barang peninggalan tersebut. Jika membuang jauh-jauh peninggalan tersebut, tentu akan timbul kesan seolah-olah kamu sedang mencoba menghapus kenangan tentang almarhumah.
Ini memang masalah sangat sensitif dan bisa menimbulkan keretakan dalam pernikahan yang baru saja dibangun kalian berdua. Bukan hanya keretakan antara kamu dengan suami, juga keretakan dengan pihak keluarga almarhumah serta anak-anak tirimu.
Peninggalan alamarhumah bisa saja kamu pakai, tetapi jangan kaget jika suamimu bereaksi di luar dugaan saat mendapati isteri barunya mengenakan sepasang anting-anting mutiara isteri lamanya. Lebih-lebih jika barang tersebut merupakan hadiah romantis yang pernah diberikan kepada isteri pertamanya itu.
Berkaitan dengan harta peninggalan almarhumah, isteri baru perlu menghindari dua hal ekstrem, yaitu, menyingkirkan semua peninggalan itu ataupun mengambilnya sebagai milik sendiri. Kamu harus bisa menjaga perasaan setiap individu yang berduka atas kepergiannya.
Di sisi yang lain, perempuan mana yang akan tahan tinggal di rumah yang dipenuhi foto pernikahan sang suami dengan isteri pertamanya. Oleh sebab itu, perlu ada keseimbangan. Pada tempatnyalah kamu berbicara secara terbuka kepada suami. Sampaikan kepadanya bahwa kurang baik jika pernikahan kalian harus terus menerus dipenuhi oleh kenangan pernikahan dengan isteri pertama tanpa menyisakan ruang untuk kenangan kalian berdua.
Menyimpan foto-foto pernikahan dengan isteri pertama dalam satu album, masih bisa ditoleransi. Akan tetapi, jika semua dinding dan sudut ruangan dipenuhi foto-foto tersebut tentunya akan berdampak lain terhadap dirimu selaku isteri barunya.
Hubungan juga bisa sedikit rumit, terutama dengan anak-anak tirimu. Mereka bisa saja dibayangi ketakutan bahwa ibu tiri mereka akan mencampakkan setiap memori mengenai ibu kandung mereka.
Ketakutan-ketakutan tersebut bisa kamu patahkan dengan cara, misalnya, masih tetap mengajak mereka mengunjungi makam ibunda mereka. Sesekali cobalah berekreasi ke tempat-tempat yang dulu sering dikunjungi mereka bersama ayah ibunya. Ini bisa menjadi sarana pembuktian bahwa kamu tidak akan pernah menghilangkan memori mengenai almarhumah ibu mereka. Dengan demikian, mereka akan tetap merasa aman dan nyaman berada dalam pelukanmu.
Akhirnya, cara terbaik untuk maju adalah tetap menjaga romantisme hidup kamu dengan pasangan barumu. Berfokuslah pada masa sekarang dan masa depan, bukan pada masa lalu. Ambil hobi baru yang hanya milik kalian berdua.
Dengan cinta dan kasih sayang, serta hidup yang berfokus pada membangun sesuatu yang baru bersama-sama, kenangan suamimu atas istri pertamanya masih tetap dihormati, tapi tidak menjadi ganjalan ataupun batu sandungan dalam hidupmu.
[Sumber: Tips Mencari Jodoh]
0 Komentar